WAnA Gelar Kampanye Penanaman Mangrove di Pesisir Lamnga
Gerakan Warna Asri Untuk Alam (WAnA) sukses melaksanakan aksi penanaman 600 bibit mangrove di kawasan pesisir Lamnga, Ac...
Selengkapnya
Selamat datang di ruang di mana hutan bersuara, anak muda bergerak, dan komunitas diberdayakan. Kami mengajak generasi muda mengambil alih masa depan alamnya.
"Kami percaya: cerita bisa menyelamatkan hutan. Data bisa mengubah kebijakan. Dan aksi kecil dari anak muda, jika dilakukan bersama, menjadi gelombang besar."
Melestarikan hutan dan spesies, sekaligus membuka ruang bagi suara muda dan lokal untuk tumbuh bersama.
WAnA didirikan oleh 12 pemuda Aceh yang lelah melihat hutan gundul, satwa diburu, dan sampah kiriman mencemari pulau. Maka kami memilih bergerak di empat jalur strategis:
Fokus pergerakan kami untuk melestarikan alam dan memberdayakan komunitas.
Melawan eksploitasi alam lewat cerita, foto, video, petisi, hingga lukisan. Bukan sekadar postingan, tapi gerakan.
Fokus pada hutan mangrove di Subulussalam & Aceh Timur. Kami menanam, merawat, dan memulihkan.
Pengetahuan adalah langkah awal. Kami menyediakan data terbaru tentang hutan, spesies, dan kearifan lokal.
Produk berbasis hasil hutan non-kayu: madu, teh mangrove, kerajinan. Ekonomi naik, alam tetap lestari.
Kami bergerak tidak hanya melihat masalah sebagai angka, melainkan sebagai panggilan untuk bertindak nyata demi masa depan Aceh.
Aceh kehilangan puluhan ribu hektar hutan akibat ekspansi perkebunan sawit ilegal. Kondisi ini memperburuk krisis iklim global. Kami mendorong pemerintah bertindak tegas menegakkan hukum.
Baca SelengkapnyaEkosistem Leuser adalah rumah terakhir bagi harimau, gajah, badak, dan orangutan yang hidup berdampingan di alam liar. Namun, mereka terus diburu untuk diperdagangkan. Kami berkampanye untuk melindungi mereka.
Baca SelengkapnyaSampah plastik dari berbagai negara mencemari pesisir Pulau Nasi. Penduduk lokal bukan penyebabnya, namun mereka menanggung dampaknya. Saatnya kita bertanggung jawab bersama demi kebersihan laut.
Baca SelengkapnyaLebih dari 125.000 anak muda di Banda Aceh saja memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan. Kami memfasilitasi mereka dengan ruang, pelatihan, dan aksi nyata demi masa depan lingkungan yang berkelanjutan.
Lihat Dampak Aksi KamiMelestarikan Hutan dan Spesies melalui Pemberdayaan dan Pelibatan Pemuda serta Komunitas Lokal.
Kampanye dan Edukasi Lingkungan.
Menyediakan ruang serta pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memberdayakan pemuda dan mendorong ide menjadi aksi nyata.
Mengembangkan potensi alam menjadi usaha berkelanjutan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Restorasi dan Pencegahan terhadap intervensi eksploitatif yang merusak ekosistem alam.
Membangun Kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat gerakan perlindungan lingkungan.
Selama perjalanan, kami tidak sekadar sibuk. Kami bergerak untuk menciptakan dampak nyata bagi alam dan manusia.
Dana Hibah Dikelola
Dari pendonor internasional
Proyek Dijalankan
Berfokus pada pelestarian & edukasi
Pemuda Terlibat
Sebagai relawan & peserta aktif
Mitra Kolaborator
Pemerintah, NGO, Seniman & Sekolah
Pohon Mangrove
Tertanam di 200 m² pesisir
Penonton Digital
Melalui video kampanye medsos
Cerita dari lapangan yang membuat hati hangat. Ini adalah bukti bahwa niat baik, jika dikerjakan bersama, akan selalu menemukan jalannya.
Green Expedition (GE) merupakan program edukasi yang dirancang sebagai ruang belajar bagi siswa Sekolah Dasar (SD) untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan. Sebagai bagian dari proses pembelajaran, WAnA menyusun modul edukasi yang membahas keanekaragaman hayati laut, perubahan iklim, serta dampak sampah plastik terhadap kesehatan ekosistem laut. Program ini juga dilengkapi dengan aksi nyata berupa penanaman pohon di lingkungan sekolah sebagai upaya menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan sejak usia dini.
Program ini melaksanakan 6 kegiatan edukasi interaktif dan menanam 20 bibit pohon sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan serta mendorong aksi konservasi di kalangan siswa.
Mangrove Climate Action merupakan inisiatif yang mendorong anak muda untuk terlibat langsung dalam aksi lingkungan menanam mangrove, sekaligus membangun pemahaman dan kapasitas mereka dalam berkontribusi terhadap keberlanjutan ekosistem. Kegiatan ini merupakan implementasi program Pemimpin Muda Untuk Iklim dari Teen Go Green Indonesia, Didukung Plan International & Australia AID.
Sebanyak lebih dari 600 bibit mangrove ditanam dan dipantau pertumbuhannya selama tiga bulan, serta peserta memperoleh edukasi konservasi mangrove langsung dari para ahli.
Film “Di Mana Bumi Satwa” merupakan film animasi pendek yang mengangkat isu kejahatan terhadap satwa liar, khususnya praktik perburuan dan perdagangan ilegal. Film ini menjadi bentuk kepedulian dan dukungan kami dalam memperjuangkan kelestarian alam serta hak hidup yang layak bagi satwa liar. 📢 Karya ini merupakan hasil kolaborasi antara Warna Asri Untuk Alam (WAnA), Forum Konservasi Leuser (FKL), Yayasan HAkA, dan para seniman Aceh. Melalui pendekatan kreatif, film ini mengajak masyarakat luas untuk berperan aktif dalam mendukung upaya konservasi demi menjaga keberlangsungan hidup satwa liar, baik di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) maupun di berbagai wilayah Indonesia lainnya. Film “Di Mana Bumi Satwa” telah mendapatkan lebih dari 54.539 tayangan melalui platform YouTube dan Instagram, menunjukkan tingginya minat publik terhadap pesan perlindungan satwa liar.
Di YouTube & Instagram secara organik, serta 36 peserta launching online.
Kampanye ini merupakan kolaborasi antara Warna Asri Untuk Alam (WAnA), Pemuda Pembela Lingkungan Hidup (P2LH), Yayasan HAkA, dan Bumoe Fest untuk memperkuat upaya perlindungan Suaka Margasatwa Rawa Singkil dari ancaman deforestasi akibat pembukaan kebun sawit ilegal. Melalui kampanye digital dan petisi daring di Change.org, inisiatif ini mendorong partisipasi publik serta mengajak pemerintah mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku perambahan dan pembukaan lahan ilegal di kawasan konservasi tersebut.
Sebanyak 15 konten kampanye telah dipublikasikan, menjangkau 28.438 views dan likes yang berfokus pada isu deforestasi di Suaka Margasatwa Rawa Singkil.
Program Inovasi Pelajar (PIJAR) merupakan ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk berdiskusi, berbagi gagasan, dan menciptakan inovasi yang berkontribusi pada isu lingkungan, sosial, dan kepemudaan. Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang, peserta diajak mengeksplorasi tantangan yang dihadapi generasi muda sekaligus merumuskan solusi dan inovasi yang dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Program ini melibatkan 30 pemuda dari berbagai wilayah di Aceh untuk menghimpun aspirasi, ide, dan solusi terkait isu lingkungan, sosial, dan kepemudaan. Kegiatan ini memperkuat pemahaman tentang keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan, sekaligus mendorong lahirnya inovasi, aksi kolaboratif, serta keberanian generasi muda dalam menyampaikan gagasan dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental
Pemuda berasal dari berbagai daerah di provinsi Aceh.
Dalam rangka memperingati Hari Harimau Sedunia setiap 29 Juli, Warna Asri Untuk Alam berkolaborasi dengan Forum HarimauKita, Tiger Heart Aceh, dan didukung oleh Yayasan HAkA menyelenggarakan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan Harimau Sumatra sebagai satwa liar yang dilindungi dan menjadi bagian penting dari hutan Aceh. Mengusung tema "Measuring the Survival Chances of Sumatran Tigers in Aceh's Forests", kampanye ini melibatkan generasi muda melalui berbagai kegiatan kreatif, seperti teatrikal, parade, live painting, dan talkshow bersama perwakilan pemerintah dan organisasi konservasi. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus kolaborasi untuk memperkuat dukungan publik terhadap upaya perlindungan Harimau Sumatra dari ancaman perburuan dan perdagangan ilegal.
Kampanye ini melibatkan 50+ pemuda dan 25 mitra dari berbagai sektor, menghasilkan dua karya seni, serta mendistribusikan 200 bibit pohon multiguna kepada masyarakat.
Gerakan Warna Asri Untuk Alam (WAnA) sukses melaksanakan aksi penanaman 600 bibit mangrove di kawasan pesisir Lamnga, Ac...
SelengkapnyaMelalui advokasi digital yang terpadu, WAnA bersama para mitra meluncurkan petisi daring untuk menghentikan alih fungsi...
SelengkapnyaDalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam, tim relawan WAnA mengadakan ekspedisi edukatif ke Pulau Nasi. Sebanyak 3...
SelengkapnyaKami tidak hanya butuh donasi. Kami butuh lebih banyak anak muda yang sadar bahwa alam Aceh adalah rumah kita bersama.
Laporan ini adalah bukti: perubahan tidak selalu datang dari atas. Kadang, ia tumbuh dari akar rumput, dari anak-anak muda yang memilih berkarya, bukan mengeluh.
Mari terus terhubung, menciptakan dampak, dan bergerak bersama.
Sampai jumpa di hutan, di pesisir, di ruang-ruang tempat harapan ditanam.
Warna Asri Untuk Alam
Untuk Aceh, Untuk Bumi.