Hutan Aceh
Gerakan Anak Muda Aceh

Warna Asri Untuk Alam (WAnA)

Selamat datang di ruang di mana hutan bersuara, anak muda bergerak, dan komunitas diberdayakan. Kami mengajak generasi muda mengambil alih masa depan alamnya.

Impact Report 2022–2023
Tonton Perjalanan Kami
Bukan Sekadar Profil

Tentang Kami

"Kami percaya: cerita bisa menyelamatkan hutan. Data bisa mengubah kebijakan. Dan aksi kecil dari anak muda, jika dilakukan bersama, menjadi gelombang besar."

Misi Kami

Melestarikan hutan dan spesies, sekaligus membuka ruang bagi suara muda dan lokal untuk tumbuh bersama.

WAnA didirikan oleh 12 pemuda Aceh yang lelah melihat hutan gundul, satwa diburu, dan sampah kiriman mencemari pulau. Maka kami memilih bergerak di empat jalur strategis:

Kampanye Digital & Kreatif

Riset & Edukasi

Restorasi Lahan

Pemberdayaan Pemuda & Komunitas Lokal

What We Do

Apa yang Kami Lakukan?

Fokus pergerakan kami untuk melestarikan alam dan memberdayakan komunitas.

Kampanye Digital Kreatif

Melawan eksploitasi alam lewat cerita, foto, video, petisi, hingga lukisan. Bukan sekadar postingan, tapi gerakan.

Restorasi Ekosistem

Fokus pada hutan mangrove di Subulussalam & Aceh Timur. Kami menanam, merawat, dan memulihkan.

Riset & Edukasi

Pengetahuan adalah langkah awal. Kami menyediakan data terbaru tentang hutan, spesies, dan kearifan lokal.

Pemberdayaan Komunitas

Produk berbasis hasil hutan non-kayu: madu, teh mangrove, kerajinan. Ekonomi naik, alam tetap lestari.

Panggilan Aksi

Isu Strategis yang Kami Angkat

Kami bergerak tidak hanya melihat masalah sebagai angka, melainkan sebagai panggilan untuk bertindak nyata demi masa depan Aceh.

Hilangnya Hutan &
Perubahan Iklim

Aceh kehilangan puluhan ribu hektar hutan akibat ekspansi perkebunan sawit ilegal. Kondisi ini memperburuk krisis iklim global. Kami mendorong pemerintah bertindak tegas menegakkan hukum.

Baca Selengkapnya
Deforestasi Hutan
Harimau Sumatra

Perburuan &
Perdagangan Satwa Liar

Ekosistem Leuser adalah rumah terakhir bagi harimau, gajah, badak, dan orangutan yang hidup berdampingan di alam liar. Namun, mereka terus diburu untuk diperdagangkan. Kami berkampanye untuk melindungi mereka.

Baca Selengkapnya

Sampah Kiriman
di Pulau Nasi

Sampah plastik dari berbagai negara mencemari pesisir Pulau Nasi. Penduduk lokal bukan penyebabnya, namun mereka menanggung dampaknya. Saatnya kita bertanggung jawab bersama demi kebersihan laut.

Baca Selengkapnya
Pencemaran Sampah Laut
Anak Muda Aceh Bergerak

Anak Muda Aceh
(Potensi Luar Biasa)

Lebih dari 125.000 anak muda di Banda Aceh saja memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan. Kami memfasilitasi mereka dengan ruang, pelatihan, dan aksi nyata demi masa depan lingkungan yang berkelanjutan.

Lihat Dampak Aksi Kami
Arah Gerak Kami

Vision of
WAnA

Melestarikan Hutan dan Spesies melalui Pemberdayaan dan Pelibatan Pemuda serta Komunitas Lokal.

Mission of WAnA

01

Kampanye dan Edukasi Lingkungan.

02

Menyediakan ruang serta pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memberdayakan pemuda dan mendorong ide menjadi aksi nyata.

03

Mengembangkan potensi alam menjadi usaha berkelanjutan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

04

Restorasi dan Pencegahan terhadap intervensi eksploitatif yang merusak ekosistem alam.

05

Membangun Kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat gerakan perlindungan lingkungan.

Dampak Nyata

Dampak dalam Angka

Selama perjalanan, kami tidak sekadar sibuk. Kami bergerak untuk menciptakan dampak nyata bagi alam dan manusia.

~$7.311

Dana Hibah Dikelola

Dari pendonor internasional

9

Proyek Dijalankan

Berfokus pada pelestarian & edukasi

200+

Pemuda Terlibat

Sebagai relawan & peserta aktif

31+

Mitra Kolaborator

Pemerintah, NGO, Seniman & Sekolah

600+

Pohon Mangrove

Tertanam di 200 m² pesisir

106K

Penonton Digital

Melalui video kampanye medsos

Proyek Unggulan

Proyek Unggulan Kami

Cerita dari lapangan yang membuat hati hangat. Ini adalah bukti bahwa niat baik, jika dikerjakan bersama, akan selalu menemukan jalannya.

Green Expedition di Pulau Nasi

Green Expedition di Pulau Nasi

Green Expedition (GE) merupakan program edukasi yang dirancang sebagai ruang belajar bagi siswa Sekolah Dasar (SD) untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan. Sebagai bagian dari proses pembelajaran, WAnA menyusun modul edukasi yang membahas keanekaragaman hayati laut, perubahan iklim, serta dampak sampah plastik terhadap kesehatan ekosistem laut. Program ini juga dilengkapi dengan aksi nyata berupa penanaman pohon di lingkungan sekolah sebagai upaya menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan sejak usia dini.

Dampak: 30+ Siswa/i

Program ini melaksanakan 6 kegiatan edukasi interaktif dan menanam 20 bibit pohon sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan serta mendorong aksi konservasi di kalangan siswa.

Mangrove Climate Action

Mangrove Climate Action

Mangrove Climate Action merupakan inisiatif yang mendorong anak muda untuk terlibat langsung dalam aksi lingkungan menanam mangrove, sekaligus membangun pemahaman dan kapasitas mereka dalam berkontribusi terhadap keberlanjutan ekosistem. Kegiatan ini merupakan implementasi program Pemimpin Muda Untuk Iklim dari Teen Go Green Indonesia, Didukung Plan International & Australia AID.

Dampak: 40+ Pemuda

Sebanyak lebih dari 600 bibit mangrove ditanam dan dipantau pertumbuhannya selama tiga bulan, serta peserta memperoleh edukasi konservasi mangrove langsung dari para ahli.

Video Animasi "Dimana Bumi Satwa"

Video Animasi "Dimana Bumi Satwa"

Film “Di Mana Bumi Satwa” merupakan film animasi pendek yang mengangkat isu kejahatan terhadap satwa liar, khususnya praktik perburuan dan perdagangan ilegal. Film ini menjadi bentuk kepedulian dan dukungan kami dalam memperjuangkan kelestarian alam serta hak hidup yang layak bagi satwa liar. 📢 Karya ini merupakan hasil kolaborasi antara Warna Asri Untuk Alam (WAnA), Forum Konservasi Leuser (FKL), Yayasan HAkA, dan para seniman Aceh. Melalui pendekatan kreatif, film ini mengajak masyarakat luas untuk berperan aktif dalam mendukung upaya konservasi demi menjaga keberlangsungan hidup satwa liar, baik di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) maupun di berbagai wilayah Indonesia lainnya. Film “Di Mana Bumi Satwa” telah mendapatkan lebih dari 54.539 tayangan melalui platform YouTube dan Instagram, menunjukkan tingginya minat publik terhadap pesan perlindungan satwa liar.

Dampak: 54k+ Views

Di YouTube & Instagram secara organik, serta 36 peserta launching online.

Kampanye Digital untuk Melindungi Suaka Margasatwa Rawa Singkil

Kampanye Digital untuk Melindungi Suaka Margasatwa Rawa Singkil

Kampanye ini merupakan kolaborasi antara Warna Asri Untuk Alam (WAnA), Pemuda Pembela Lingkungan Hidup (P2LH), Yayasan HAkA, dan Bumoe Fest untuk memperkuat upaya perlindungan Suaka Margasatwa Rawa Singkil dari ancaman deforestasi akibat pembukaan kebun sawit ilegal. Melalui kampanye digital dan petisi daring di Change.org, inisiatif ini mendorong partisipasi publik serta mengajak pemerintah mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku perambahan dan pembukaan lahan ilegal di kawasan konservasi tersebut.

Dampak: 28k+ Views & Likes

Sebanyak 15 konten kampanye telah dipublikasikan, menjangkau 28.438 views dan likes yang berfokus pada isu deforestasi di Suaka Margasatwa Rawa Singkil.

Program Inovasi Pelajar (Pijar)

Program Inovasi Pelajar (Pijar)

Program Inovasi Pelajar (PIJAR) merupakan ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk berdiskusi, berbagi gagasan, dan menciptakan inovasi yang berkontribusi pada isu lingkungan, sosial, dan kepemudaan. Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang, peserta diajak mengeksplorasi tantangan yang dihadapi generasi muda sekaligus merumuskan solusi dan inovasi yang dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Program ini melibatkan 30 pemuda dari berbagai wilayah di Aceh untuk menghimpun aspirasi, ide, dan solusi terkait isu lingkungan, sosial, dan kepemudaan. Kegiatan ini memperkuat pemahaman tentang keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan, sekaligus mendorong lahirnya inovasi, aksi kolaboratif, serta keberanian generasi muda dalam menyampaikan gagasan dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental

Dampak: 30+ Young People

Pemuda berasal dari berbagai daerah di provinsi Aceh.

Global Tiger Day Campaign

Global Tiger Day Campaign

Dalam rangka memperingati Hari Harimau Sedunia setiap 29 Juli, Warna Asri Untuk Alam berkolaborasi dengan Forum HarimauKita, Tiger Heart Aceh, dan didukung oleh Yayasan HAkA menyelenggarakan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan Harimau Sumatra sebagai satwa liar yang dilindungi dan menjadi bagian penting dari hutan Aceh. Mengusung tema "Measuring the Survival Chances of Sumatran Tigers in Aceh's Forests", kampanye ini melibatkan generasi muda melalui berbagai kegiatan kreatif, seperti teatrikal, parade, live painting, dan talkshow bersama perwakilan pemerintah dan organisasi konservasi. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus kolaborasi untuk memperkuat dukungan publik terhadap upaya perlindungan Harimau Sumatra dari ancaman perburuan dan perdagangan ilegal.

Dampak: 50+ Pemuda

Kampanye ini melibatkan 50+ pemuda dan 25 mitra dari berbagai sektor, menghasilkan dua karya seni, serta mendistribusikan 200 bibit pohon multiguna kepada masyarakat.

Kabar Terbaru

Berita Terkini

Lihat Semua Berita

Ayo, Ikut Bergerak!

Kami tidak hanya butuh donasi. Kami butuh lebih banyak anak muda yang sadar bahwa alam Aceh adalah rumah kita bersama.

Laporan ini adalah bukti: perubahan tidak selalu datang dari atas. Kadang, ia tumbuh dari akar rumput, dari anak-anak muda yang memilih berkarya, bukan mengeluh.

Mari terus terhubung, menciptakan dampak, dan bergerak bersama.

Sampai jumpa di hutan, di pesisir, di ruang-ruang tempat harapan ditanam.

Warna Asri Untuk Alam

Untuk Aceh, Untuk Bumi.